Tampilkan postingan dengan label sinopsis mendalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinopsis mendalam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2008

My Blueberry Nights


This was a smart sweet movie. Very nicely done with some beautiful scenes! Majestic pictures really. And it had a nice story and some good characters with great performances specially by Rachel Weisz and Strathairn! It had good witty dialogs and had some funny moments. It's one of those movies that has everything to be good. Never Amazing, never something out of this world, but good! Makes you feel good after wards! But because of the editing and the great shots, this movie could have been far better than the average sweet smart movie (Sousa, 2008).

(diunduh dari : http://www.imdb.com/title/tt0765120/)

 

My Blueberry Nights.

Sebenernya alasan awal sampe kepikiran untuk nonton film ini dan beberapa film lain adalah karena aku ngerasa udah lama banget ngak nonton film. Alhasil, aku menyambangi tempat persewaan film dengan menitipkan SIM A yang seumur hidup ini nggak pernah kepake. Sebelum berangkat ke tempat persewaan, sebenernya aku udah nyatet beberapa film setelah browsing *gaul mode on*. Jadi… yah My Blueberry Nights udah kecatet di list filmku.

Satu alasan lagi film ini kupinjem adalah karena aku lagi cinta banget sama yang namanya Blueberry, gimana enggak… sering banget aku beli roti Parsley dengan judul Blueberry Bun, roti Manna dengan judul Long John Blueberry (sampai sekarang aku nggak ngerti kenapa musti ada Long John-nya), dan beli selai roti Morin rasa Blueberry sampai bikin gigiku sakit karena saking manisnya, mungkin kalo ada sabun aroma Blueberry bakalan aku beli juga

Eniwei, awalnya rada sanksi nonton film ini, karena sebelum bikin resume ini dan pas nonton filmnya aku cuman kenal Jude Law sebagai pemainnya. Padahal ada Norah Jones (penyanyi yang selama ini aku dengarkan dengan sangat baik lagu-lagunya), Rachel Weisz, dan Natalie Portman. Hah, payah banget kan…

Tapi setelah nonton dan mengamati dengan mendalam, rasanya nggak nyesel nyewa nih film. Filosofis banget, tapi tetep dikemas dengan manis yang nggak murahan. Unsur warna-warni-nya juga paaasss banget. Namun, ada satu hal yang aku nggak suka… Gambar pie blueberry dan ice cream yang meleleh. Duh, nggak banget deh! Nggak oke…

Untuk ceritanya, aku acungin dua jempol.

Ada beberapa hal yang bikin film ini bermakna banget. Kayak yang udah aku bilang sebelumnya, Filosofis... Yaitu :

  1. Kunci. Awalnya rada bingung sih kenapa ada cerita tentang kunci di film ini. Tapi, aku jadi ngerti kalo bener juga kata tuh film. Kunci itu menggambarkan banyak hal, dilihat dari gantungannya, sejarah hidup orang, fungsinya buat orang, bahkan penting atau nggaknya kunci bagi pemiliknya bisa juga diliat. Ada orang yang nggak peduli sama kunci yang ketinggalan, ada juga yang peduli banget, ada lagi yang rela ninggalin kuncinya karena ada kejadian yang nggak dia suka. Hebatnya lagi, si Jude Law a.k.a Jeremy nggak mau ngebuang kunci-kunci yang ketinggalan itu karena takut si empunya kunci nggak bisa lagi masuk rumahnya.
  2. Gagang pintu. Pintu itu (di cerita itu) selalu di tutup begitu saja, nggak ada yang peduli dengan suaranya dan nggak ada yang nengok lagi ke belakang setelah pintu itu tertutup karena mungkin aja orang-orang yang nutup pintu itu nggak akan kembali lagi. Tapi, Norah Jones a.k.a Elizabeth nggak mantep nutup pintu kafe itu, nutup sambil liat, udah gitu rada nahan pas nutup... karena dia berpikir kalo suatu saat mungkin akan balik lagi.
  3. Tetap di tempat. Sesakit apapun hati Jeremy dan seberapa kuatnya dia pengen melarikan diri dari masalah yang dia alami, dia nggak mau pergi ninggalin kafe itu. Dia percaya kata ibunya kalo dia harus tetap di situ supaya orang yang bikin hatinya sakit bisa nemuin dia lagi kalo nantinya akan kembali.
  4. Sejauh apapun berlari, rindu rumah akan terasa dan membuat kita akan kembali. Elizabeth yang udah keliling kota hampir puluhan ribu kilometer dari New York akhirnya pulang lagi karena ngerasa bahwa nggak ada tempat lain yang bisa ngegantiin New York.
  5. Pie blueberry. Inilah inti dari judulnya. Jadi, ceritanya di kafe punya Jeremy, pie blueberry tuh jarang banget dipilih, karena orang berhak milih kue atau roti lain. Hal itu membuat pie blueberry itu seringkali nggak bermakna dan dianggep nggak ada, padahal sebenernya rasanya enak. Trus dia akan dibuang gitu aja kalo kafe udah mau tutup dan orang nggak akan ada yang peduli akan hal itu. Ini jadi alasan sampe Elizabeth seneng banget makan slice pie blueberry pake ice cream. Btw, pie blueberry-nya keliatan enaak banget, bentuknya juga aneh... aku sih mikirnya kayak jenang jawa yang dibungkus daun kelapa. Hehe...
  6. Ganti nama. Elizabeth keliling kota menjauhi New York untuk jadi pelayan restoran atau bar berganti-ganti. Itu bikin dia harus ganti nama, mungkin biar orang nggak peduli sama keberadaan dia. Tapi, tetep aja ganti namanya nggak jauh-jauh sama namanya sendiri, yang aku inget sih cuman Lizzie dan Beth.
  7. Butuh temen. Leslie terpaksa bohong sama Elizabeth dan bilang kalo dia kalah judi trus harus nemuin ayahnya di Las Vegas cuman karena butuh temen selama di jalan. Mungkin maksudnya, nggak enak hidup sendirian dan kita semua butuh temen.
  8. Hidup itu cinta. Mau mengelak, berlari, benci, atau marah sama yang namanya cinta, kita tetep butuh. Tetep akan menemukan cinta, cinta yang mau menunggu, cinta yang memang untuk kita (walau mungkin nggak abadi). Bahkan bisa mati karena cinta atau cinta bikin mati.

Pas filmnya selesai dan liat credit titlenya, nggak nyangka kalo tuh film bukan disutradarain sama orang Amerika, tapi orang Hong Kong, yaitu Kar Wai Wong dan beberapa krunya juga orang Hong Kong. Pokoknya, filmnya keren banget. Filosofis banget. Sederhana. 

Kamis, 13 November 2008

MyGirlFriend


Buku selanjutnya yang akan dibaca dan akan dibeli...

Ulas RectoVerso 1




Pas dikasih tau sama seorang temen kalo ada buku baru Dewi Lestari. Malam harinya aku langsung merasa bahwa aku harus membeli buku itu dengan segera. Alhasil, aku langsung nanya sama temenku itu berapa harga bukunya. Keesokannya, pulang dari kampus ngurusin tanda tangan laporan PKP RSJ dan dapet duit 60ribu pengganti biaya bimbingan di RSJ, aku segera meluncur ke Togamas. Akhirnya, duit 60ribu itu langsung ludes, digantikan bentuk buku barunya Dewi Lestari yang berwarna hijau.

Sesampainya di kost, nggak buang-buang waktu lagi. Aku langsung baca bukunya dan noraknya lagi, stiker gratis yang dikasih langsung aku tempel di pintu kamar, bodohnya... nempelinnya ternyata miring. 

Udah dipotong makan malem, ngrumpi ma Owneng, nonton tv, di telepon bokap, eh... jam 11 malem akhirnya tuh buku selesai aku baca. Yah, cuman dalam waktu beberapa jam tuh buku udah selese aku baca. Sempet sebel, karena ternyata kok sehari langsung selesai dibaca.
Tapi, keren banget bukunya. Aku suka banget, bahasanya sederhana, nggak ada kata-kata kiasan aneh yang cuman dimengerti sama sastrawan2... Tapi, kadang maksud dibalik kata-katanya itu unik dan agak susah dipahami. Cuman aku suka banget. Ada satu cerita yang mirip banget sama kejadian hidupku. Dan banyak cerita yang bikin aku mau nangis.

Pokoknya, BRAVO Dee...
Sekarang, setelah buka-buka rectoverso dan denger-denger potongan 11 lagunya jadi pengen beli albumnya juga. Hiks, bangkrut banget nih kayaknya...

Rabu, 12 November 2008

Ulas RectoVerso 2 : Aku Ada

Melukiskanmu saat senja
Memaggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku
Selain hatiku
Dan ombak berderu

Di pantai ini kau selalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kutiba
Suaraku memanggilmu
Akulahlautan
Kemana kau s'lalu pulang

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan 
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu
Engkau ada


Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi
Akulah lautan
Memeluk pantaimu erat

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Kutahu kau tahu
Aku ada


Puisinya keren banget...
Jadi inget sama seseorang disana. Mungkin puisi ini satu-satunya kado yang cocok untuk dia. Karena walaupun aku  nyoba untuk bikin dia selalu ada di hati, aku udah lebih dulu ada di hati dia. Puisi ini seperti nunjukin kalo ada seseorang yang rela ngasih kita kebahagiaan sama orang lain, tapi dia bakal selalu ada di sisi kita justru kalo kita lagi sedih.
Satu pesan yang pas banget disampein untuk dia: Kali ini kau tidak mengucapkannya seperti perpisahan, melainkan sebuah kesadaran. Rahasia kecil kita berdua: aku tahu engkau tahu aku ada