Tampilkan postingan dengan label peduli sekitar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli sekitar. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2009

Dibalik Sebuah Foto

Dibalik Sebuah Foto

_Menur Widilaksmi_



Aku menatap sebuah bingkai yang tergantung di tembok. Memperhatikan ekspresi setiap orang yang terlukis dari setiap orang pada gambar itu. Mereka-reka cerita dari peristiwa ketika foto itu diambil. Aku melambungkan khayalanku dan mencoba menikmati setiap kejadian yang rasanya mampu sangat jelas kutatap lewat kedua mataku.

”Itu keluargaku.” seorang laki-laki tersenyum ke arahku dan membuyarkan segala lamunanku.
”Hmm... sudah kuduga. Ada kamu di sana.” aku mengalihkan pandanganku kepadanya.

”Kenapa kamu tampak terkesima memandangi foto keluargaku?”

”Karena aku ingin sekali punya keluarga.”

”Kamu punya aku sekarang.”

Aku memang sekarang punya keluarga. Dirinya. Keluarga kecil yang kuharap bisa selalu bahagia. Sebuah keluarga utuh yang sejak kecil selalu kucita-citakan, namun tidak pernah kudapatkan. Aku akan memulai lembaran baru bersamanya menjadi seorang ayah dan ibu, bersiap melahirkan anak-anak yang kuharap jauh lebih beruntung dari kami. Memiliki ayah, ibu, dan saudara yang selalu menemani mereka sepanjang hidup. Setidaknya, sampai mereka sudah siap menjalani hidup sendiri.

Dua puluh lima tahun aku hidup tanpa mengenal siapa ayah dan ibuku. Panti asuhan cacat ganda menjadi tempatku bernaung selama lebih dari dua dekade hidup. ..............

(read complete on Hermes For Charity)

-----------------------------------------------


Menyatukan Hati Untuk Menghapus Air Mata Ibu Pertiwi


Judul : HERMES FOR CHARITY *
Penulis : The Hermes
Bentuk : File digital (.pdf)
Harga : Rp. 15.000,-**





Isi :
Earth Is A Lonely Planet (Emmy Emanyza)
Dia… Tuhan! (Fajar Nugros)
Memotret Sejarah (Luckty Giyan Sukarno)
Tuhan Dan HambaNya (Dedo Dpassdpe)
Pulang (Melody Muchransyah)
Di Balik Sebuah Foto (Menur Widilaksmi)
Menunggu Bak (Luckty Giyan Sukarno)
Catatan Dari Padang (Rizki Januarsaputra)
Malaikat Bertongkat (Eni Setyaningsih)
Aku Mau Jadi Pahlawan (Galuh Parantri)
Untuk Wanita (Asyharul Fityan)
Surga Untuk Hati (Artasya Sudirman)
Wanita (Sitty Asiah)
Laila : Meja Nomor Tiga Puluh (Asyharul Fityan)
Hanabi (Chicko Handoyo Soe)
Aku, Lagu Cinta, dan Music Player (Faizal Reza)
Pangeran Impian Didi (Zadika Alexander)
Kura-Kura Terlambat (Faizal Reza)
Melepas Gia (Alvin Agastia Zirtaf)
Leaving Leon (Sitty Asiah)
Di Balik Pintu (Jia Effendie)
Liang (Dan Sapar)
Selamat Datang!! (Artasya Sudirman)
Hati Yang Tak Bisa Mati (Nina Josephina)
Berkawan Dengan Hujan (Pia Zakiyah)


Bonus: Original Soundtrack
Blue Summer - Hermes For Charity
Blue Summer - Someday Baby
Blue Summer - San Fransisco Bay


Seluruh hasil penjualan kompilasi cerpen digital HERMES FOR CHARITY akan disumbangkan untuk korban gempa di Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya.



Cara pembelian :

1. Transfer Rp. 15.000,-** ke :

BCA KCP Proklamasi Depok
Nomor rekening. 661 040 947 2
a.n Alvin Agastia Zirtaf

2. Konfirmasikan pembayaran anda via email ke : hermesforcharity@gmail.com dengan format sebagai berikut :

Subject : Konfirmasi H4C
Isi: Nama (spasi) Tanggal & Bulan Transfer (Spasi) Jumlah Transfer (Spasi) Nama Bank (Spasi) No. Rekening (Spasi) Nama Pemilik Rekening

Contoh : Abdul Malik 0910 15000 BCA 123456789 Abdul Malik


Pembelian anda segera diproses dalam waktu selambat-lambatnya 1x24 jam, setelah itu link untuk mendownload produk akan dikirimkan via email.





Hormat kami dengan cinta,



The Hermes


Alvin Agastia Zirtaf - Artasya Sudirman - Asyharul Fityan
Chicko Handoyo Soe - Dan Sapar - Dedo Dpassdpe
Dwi Fitriyani - Eliana Candra - Emmy Emanyza - Eni Setyaningsih
Faizal Reza - Fajar Nugros - Galuh Parantri - Jia Effendie
Luckty Giyan Sukarno - Melody Muchransyah - Menur Widilaksmi
Nina Josephina - Pia Zakiyah - Rizki Januarsaputra
Sitty Asiah - Tiara Hermes - Zadika Alexander



-------------------------------------------
* Produk yang dijual adalah file digital (.pdf) dan file musik (.mp3). Gambar yang ditampilkan hanya sebagai ilustrasi. Pembeli akan mendapatkan link untuk mendownload produk yang akan dikirimkan via email.

** Harga yang tercantum adalah harga minimum. Kompilasi ini dirilis untuk penggalangan dana. Harga maksimum bisa ditetapkan sendiri oleh pembeli.

Jumat, 24 April 2009

Kanker Serviks 1


Dua minggu ini sempet melarikan diri pulang ke rumah setelah melalui ujian kompre nan menyesakkan itu. Sebenernya nggak niat di rumah lama-lama, tapi karena sakit melanda akhirnya terpaksa istirahat berdiam diri di rumah. Mungkin ada manfaatnya juga agak lama di rumah, karena diri ini bisa sedikit berguna membantu acaranya PPKS (Perempuan Peduli Kanker Serviks). Acaranya berkaitan dengan Gaya Hidup Sehat Penderita Kanker Serviks, tapi isinya lebih ke info tentang kanker serviks itu sendiri. Sejujurnya, aku jadi agak bingung. Tapi, kapasitasku disitu cuman jadi seksi colok2an proyektor dan dokumentasi. Jadi cuman bisa colong-colong denger.

 Trus, begitu balik lagi ke kost nan membuat diriku merasa tertekan lagi… Begitu nonton tv sempet liat iklan 

kanker serviks yang dikeluarin sama Depkes dan GSK (GalaxoSmithKline) yang punya vaksin kanker serviks. “Setiap satu jam, satu orang perempuan di Indonesia meninggal karena kanker serviks”. Iklannya singkat, cuman kayaknya lumayan bisa bikin orang cari tahu tentang kanker serviks ini.

 Ada hal penting disini yang mau aku ceritain tentang apakah itu kanker serviks… Ini diambil dari brosur yang aku dapet, agak diringkas, tapi semoga nggak mengurangi isinya… 

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker. Kejadiannya hampir 27% di antara penyakit kanker di Indonesia.

Namun demikian, lebih dari 70% penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati. 


Dimana letak leher rahim?

Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam liang sanggama (vagina). Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks (kanker leher rahim). Ni gambarnya niii….

Nah ntu yang dkata “cervix” itulah si leher rahim. Jadi kalo ngomongin kanker rahim tuh banyak jenisnya, ada kanker ovarium, kanker leher rahim, atau yang lainnya. So, musti hati-hati ya, guys (^___^)

 



Gejalanya....

Kanker serviks (kanker leher rahim) pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :

        Pendarahan sesudah sangama.

        Keluar keputihan atau cairan encer dari vagina.

        Pendarahan sesudah mati haid (menopause).

        Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul, atau tidak dapat buang air kecil.

 

Penyebabnya....

Lebih dari 95% kanker serviks (kanker leher rahim) berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia.

 

Faktor resiko kanker serviks...

Beberapa faktor resiko terkena kanker serviks, antara lain :

        Mulai melakukan hubungan seks pada usia muda.

        Sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.

        Sering menderita infeksi di daerah kelamin.

        Melahirkan banyak anak.

        Kebiasaan merokok (resikonya 2X lebih besar)

        Defisiensi vitamin A, C, E.

 

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra-kanker, yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan tanpa menunggu keluhan. Beberapa pemeriksaan yang dikenal antara lain:

        PAP SMEAR

        IVA

 

PAP SMEAR adalah cara untuk mendeteksi kanker serviks dengan cepat, tidak sakit, dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Cuma, maaf agak lupa nih... si dokter dan YKI nyebutin kisaran harga 700 ribu-an.. Kayaknya sih ini untuk vaksin kanker serviksnya bukan untuk PAP SMEARnya. Jadi, PAP SMEARnya kurang jelas juga berapaan.

PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih menggunakan alat untuk membantu membuka liang sanggama. Ujung leher rahim diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim.

 

IVA dilakukan dengan melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat (asam cuka) 3-5%. Bila setelah pulasan ada perubahan warna (bercak putih) maka mungkin ada kelainan. Katanya sih IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) lebih sering dikenal dengan Ingat Vagina Anda! Lah, ini lebih umum ditemui. Menurut si dokter pengisi acara, IVA bisa dilakukan di Puskesmas terdekat. Harganya lebih murah dari PAP SMEAR, yaitu... hanya dengan 5 ribu rupiah. Cuma tetep aja lebih akurat si PAP SMEAR. Harga nggak menipu, Bung!

 

Jadi, kalo mo PAP SMEAR tanya aja ke fasilitas kesehatan terdekat. Tapi di YKI jelas ada dan mudah2an di YKI kota-kota anda juga ya... hoho...

Jumat, 21 November 2008

Tentang Nanda

Aku tak pernah mengenal siapa ibu dan ayahku. Aku seorang anak perempuan bernama Nanda dan berusia 5 tahun. Aku hanya bisa merasakan bahwa aku mendapatkan kasih sayang di sini, walaupun aku harus berbagi dengan yang lain. Aku tak punya apa-apa dan tak punya siapa-siapa. Aku mendengar banyak suara di sini, suara yang kata-katanya seringkali terlalu sulit dipahami. Aku disentuh banyak orang di sini, entah siapa dia. Aku hanya bisa menangis.

Tempat ini adalah tempat bagi anak-anak sepertiku yang tidak pernah mengenal siapa ayah maupun ibu kandungnya dan anak-anak yang tidak pernah akan memiliki ayah ataupun ibu angkat sekalipun. Di sini kami dibuang. Orang banyak berdatangan hanya untuk memberikan rasa kasiannya kepada kami, tapi mereka sama sekali tak pernah berniat membawaku pulang. Aku sepi dalam kesunyianku ini. Tak ada bentuk yang mampu kutatap, aku hanya sanggup melihat hitam dalam gelap. Aku tak pernah bisa melihat siapa yang merawatku, siapa yang memandikanku, siapa yang memberiku makan, siapa yang mengajakku jalan-jalan, dan siapa saja yang membelaiku. Aku hanya mampu mendengar suaranya.


Aku hanya sanggup menangis ketika aku merasakan lapar, sakit, dan sepi. Tak ada satupun orang yang tahu maksud tangisanku, mereka semua hanya menerkanya. 

Aku selalu kesulitan menelan semua makanan maupun minuman yang masuk ke dalam mulutku. Aku harus digendong, dipaksa, dan makanan harus dicekoki agar masuk ke dalam tubuhku. Rasanya sakit ketika itu, saat makanan itu harus masuk ke dalam tubuhku, tapi aku tahu bahwa untuk tetap hidup aku harus makan.

Aku tak sanggup berjalan, tak akan sanggup, dan tak akan pernah bisa. Aku lumpuh karena aku terkena cerebral palsy. Ada orang yang memberiku fisioterapi, tapi aku sendiri tidak yakin kalau itu cukup membantuku.

Aku pasrah dalam kesepianku, dalam kesendirianku, dan dalam kegelapanku. Orang tuaku tidak menginginkan aku, tapi Tuhan tetap menginginkan aku merasakan kejamnya dunia ini. Aku anak yang dibuang, aku gagal diaborsi oleh ibuku, karena itu ia membuangku ketika tahu aku bukanlah bayi yang lucu. 

Ada seorang perempuan yang seringkali datang memberikanku pakaian, makanan, dan belaian. Aku mampu mendengar suaranya, aku mampu rasakan ketulusannya, ada hangat dalam sentuhan tangannya. Ada rindu mendalam agar ia mendekapku dan memanggilku sayang. Mungkinkah dia ibuku?

*diangkat dari kisah seorang anak di Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta, Panti Asuhan dan SLB-G Daya Ananda"

Sabtu, 01 November 2008

tentang dia yang itu aku

Malam ini di antara ranjang-ranjang yang berjejer dan dibalik pintu terali yang selalu mengurung hari-hari malam di sini, bersama teman-teman yang nasibnya sama sekali tak beruntung. Aku merenungi istri dan anakku, merenungi hidup yang sudah sejak sepuluh tahun lalu tidaklah menyenangkan. Jatuh-bangun duniaku seakan tak pernah berarti dengan keadaan yang tak pernah membaik. Tak pernah ada lagi indah yang menyambangi hari-hari penuh harap. Kepasrahan rasanya mulai menggelayuti dalam relung hati, merelakan saja semua yang sudah digariskan, walaupun pandangan mataku seringkali kabur dan kepalaku rasanya sakit seperti tertusuk-tusuk.

Kini ia sudah berusia 7 tahun dan bersama ibunya yang sudah memilih lelaki lain tanpa ada ijin dariku. Aku memang yang bersalah karena tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik dan menjadi seorang gila. Tapi, aku tak pernah memilih jalan hidup ini. Aku menjadi diri yang tak pernah sanggup menjadikan hidup menjadi lebih berarti dan bermakna untuk kujadikan mimpi. Hidup menjadi terlalu suram nanti, saat aku melihat ke depan sana.

Amarah yang selalu menyesakkan sudah tak lagi meledak. Hidupku dikendalikan obat. Aku bergantung pada obat dan obat menjadi satu-satunya teman terbaikku. Hanya ia satu-satunya sahabat terbaik yang selalu menerimaku

Kemarin, aku menelepon ke rumah dengan uang hasil pekerjaanku sebagai orang suruhan para mantri dan perawat di bangsal. Tapi, ibu tak mau bicara padaku, ia menutup gagang telepon, membantingnya, saat ia tahu aku yang menelepon. Ibu marah. Tidak, ibu kecewa punya anak laki-laki sepertiku. Aku 36 tahun dan aku tak punya apa-apa. Sebenarnya, aku hanya ingin ibu melepasku bila memang ia tidak menerimaku lagi di rumah. Lalu, aku menjadi pasrah untuk keluar dan menjalani hidupku sendirian, memulainya lagi dari nol. Tanpa anak, istri, dan ibu. Aku menjadi aku yang berbekal banyak dari pengalaman setiap orang baik yang kusapa. Mencintai diriku sendiri. Banyak orang lain yang berpesan begitu padaku. Karena aku pantas mencintai diriku yang ternyata bisa menjadi pemimpin diantara teman-teman.

Janjiku, aku tak akan pernah lagi marah, tak kan lagi mencoba mati, tak mau lagi terjebak dalam duniaku sendiri. Aku mau menjadi aku sebagai manusia biasa, walau aku berbeda, walau aku harus menelan obat setiap hari, pagi dan sore. Aku terlalu lelah, aku akan tidur dalam mimpiku yang sesaat, kemudian menjalani lagi hidup yang begitu keras.

 

_untuk Rix_

Senin, 25 Agustus 2008

nyawa... oh... nyawa...

Hari ini... as usual, aku berangkat ke Puskesmas Pakem *kucinta padamu bersama dengan tebengan setiaku... Kami menjadi raja jalanan, diem2an gak ngobrol seperti biasanya dan aku asyik memperhatikan jalan yang lama-lama membuatku semakin merasa eneg...

Tiba-tiba.... "gubrak"

Weks... aku menoleh ke kanan, ada sebuah motor terkapar tepat di sebelah kananku... Mesinnya masih nyala, orangnya dengan santai berdiri dari motor sambil megangin kakinya yang .... (kayaknya sih, sakit)
Untungnya dia masih selamat, sehat wal afiat... Maksudnya, nggak terjadi apa-apa yang bikin dia celaka atau kehilangan nyawa.

Gila! Tuh motor jatoh sendiri... Tapi kata tebenganku sih, dia jatuh karena mo ngehindarin mobil di depannya yang mau belok ke kanan... (yah, jelasnya gimana, aku sih nggak tau... wong gak sempet interview ma si pengemudi motor kok) Yah... Kami sih cuman sempet ngeliat sebentar, trus jalan lagi... Maklum, udah siang... Takut nggak keburu ikut apel pagi...
Seremnya, tebenganku bilang... sebenernya dia udah denger ada suara motor ngerem mendadak dari sebelah kanan kami. Dia pikir posisi motor itu ada di belakang, karena kalo dari belakang, kemungkinan besar, ketika motor itu terpental ke depan, kami bisa kena.... Itu berarti... Aku dan tebenganku tercinta bisa-bisa ikut celaka... Untungnya sih nggak, Tuhan masih mencintai kami...


*tralala... trilili....* nunggu klien di meja pendaftaran sambil celingak-celinguk liat pasien yang tunggu panggilan...

Dari depan pintu masuk, seketika terlihat sebuah vespa parkir... Terlihat seorang wanita sedang digendong oleh seorang bapak-bapak... tergopoh-gopoh, si wanita langsung dibawa ke ruang BP Umum... Kata Mbak Dewi yang ketika itu berlari-lari ingin tahu apa yang terjadi, si perempuan itu mengeluarkan air liur dari mulutnya...
Kami berdua pun berspekulasi... "Epilepsi" Walaahh, sok banget dah pokoknya! Sampe bilang ke yang laen gitu...

Ternyata, nggak lama kemudian, si bapak yang gendong si mbak itu keluar lagi dan naek vespanya... Waduh... ternyata, si mbak itu mo bunuh diri tow... minum baygon gitu deh critanya... Trus, dr. Sari nyuruh untuk langsung di bawa ke Panti Nugroho aja... Wah, klo sampe nggak slamet gara2 muter2 nyari tempat yang bisa nylametin dia kan kasian juga yaw...
Tragis...
Lucunya lagi, Mbak Dewi langsung bikin cerita lagi... "Waduh, pasti tuh mo bunuh diri gara-gara cintanya gak direstuin orang tua"
(ck,ck,ck... Mbak Dewi... biang gosip yang hebat)
Yang jelas sih... kasian si mbak... nggak sayang sama nyawanya sendiri...

Wah.... beragam sekali kejadian dalam hidupku hari ini...

Rabu, 20 Agustus 2008

gempa di jogja

Lagi asik-asik nonton Cinta Fitri sambil ngerjain laporan untuk tugas praktek di Puskesmas, sambil chat juga, tiba-tiba ada kejadian aneh... Aku merasa dunia bergoyang... Uups! Rada lama... Mikir... "ini gempa bukan yah?"
Trus tiba-tiba inget harus nge-cek air di gelas yang tepat ada di meja sebelahku untuk tau gempa ato nggak... dan ternyata memang goyang2...

BERARTI????
*mode on : kabur keluar kamar... tapi langsung masuk lagi, karena ternyata nggak ada orang

Langsung aja SMS kekasihku dan bapak... Yah, bapak sih bijaksana banget, meyakinkan aku dan suruh ati2... Kekasihku diam saja tak membalas, mungkin dia menenangkanku dalam mimpi.

Pengalamanku merasakan dengan benar-benar gempa di Jogja, walaupun nggak sedahsyat 2 tahun lalu... Tapi, berasa banget sendirian dan deg2an... Walaupun cuman beberapa detik... Jadi mikir, kalo 2 tahun lalu itu aku disini, traumanya kayak apa ya?

Konyolnya, temen depan kamar kostku nggak ngerasain apa2, padahal masih melek...